Rabu, 26 September 2012

Ilmu Gizi Olahraga


 
Ilmu Gizi Olahraga
 
Zat gizi (Nutrients): ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya(menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses- proses kehidupan).
 
Pengertian Ilmu Gizi Olahraga : ilmu yang mempelajari hubungan antara pengelolaanmakanan dengan kinerja fisik yang bermanfaat untuk kesehatan, kebugaran, pertumbuhananak serta pembinaan prestasi olahraga.Tujuan mempelajari ilmu gizi olahraga adalah memahami hubungan nutrisi, gayahidup,dan kinerja fisik.
 
MACAM-MACAM ZAT GIZI
1. Karbohidrat
2. Protein
3. Lemak 
4. Vitamin
5. Mineral
6. Air 
 
KLASIFIKASI ZAT GIZI
Makro:
- Karbohidrat
- Protein
- Lemak 
Mikro:
- Vitamin
- Mineral
- Air 
 
FUNGSI ZAT GIZI
Memberi energi- karbohidrat, lemak dan proteinPertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh- protein, mineral dan air (zat pembangunMengatur proses tubuh- protein, mineral, air dan vitamin
 
AKIBAT GANGGUAN GIZI TERHADAP FUNGSI TUBUH
Akibat Gizi Kurang:
- pertumbuhan
- produksi tenaga
- pertahanan tubuh
- struktur dan fungsi otak 
– perilaku.
 
Akibat Gizi Lebih:
- kegemukan / obesitas
 
PENGERTIAN MINUMAN RINGAN
Minuman ringan (soft drink ) adalah minuman yang tidak mengandungalkohol, merupakan minuman olahan dalam bentuk bubuk atau cair yangmengandung bahan makanan dan / atau bahan tambahan lainnya baik alamimaupun sintetik yang dikemas dalam kemasan siap untuk dikonsumsi. Minumanringan terdiri dari dua jenis, yaitu: minuman ringan dengan karbonasi(carbonated soft drink) dan minuman ringan tanpa karbonasi.
Minuman ringan dengan karbonasi adalah minuman yang dibuat denganmengabsorpsikan karbondioksida ke dalam air minum. Minuman ringan tanpakarbonasi adalah minuman selain minuman ringan dengan karbonasi.
 
Bahan makanan dan tambahan lainnya yang ditambahkan dalamminuman ringan terdiri dari:
a. Bahan makanan alami meliputi buah-buahan dan / atau produk dari buah-buahan, daun-daunan dan/atau produk dari daun, akar-akaran, batang/kayutumbuhan, rumput laut, susu dan / atau produk dari susu.
b. Bahan makanan sintetik meliputi sari kelapa, vitamin, stimulan.
c. Tambahan lainnya meliputi: pemberi rasa, pemberi asam, pemberi aroma,pewarna dan pengawet, garam
 
 Keuntungan
1.              Untuk membersihkan toilet :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam toilet.Tunggu sejam, kemudian siram sampai bersih.Asam sitric dalam Coca-Cola menghilangkan noda-noda dari keramik .
2.              Untuk membersihkan karburator mobil :
Campur sekaleng Coca-Cola ke dalam karburator.Panaskan mesin 15-30 menit.Dinginkan mesin, setelah itu buang air karburator.Anda akan melihat karat yang rontok bersama air tersebut.
3.              Untuk menghilangkan titik-titik karat dari bumper /chrome mobil:
Gosok bumper dengan gumpalan alumunium foilyang direndam dalam Coca-Cola
4.              Untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola di atas terminal akiuntuk membersihkan korosi.
5.              Untuk melonggarkan baut yang berkarat :
Gosokkan kain yang direndam dalam Coca-Colapada baut yang berkarat.
6.              Untuk menghilangkan noda-noda lemak pada pakaian :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam tumpukancucian yang bernoda lemak, tambahkan detergent,dan putar dengan putaran normal.Coca-cola/Pepsi akan menolong menghilangkan noda lemak.
 
Kerugian
PH rata-rata dari soft drink,a.l. Coca-Cola & Pepsi adalah 3.4.Tingkat keasaman ini cukup kuat untuk melarutkan gigi dan tulang!Tubuh kita berhenti menumbuhkan tulang pada usia sekitar 30th.
Setelah itu tulang akan larut setiap tahun melalui urine tergantung dari tingkatkeasamanmakanan yang masuk.
Semua Calcium yg larut berkumpul di dalam arteri,urat nadi, kulit, urat dagingdan organ,yang mempengaruhi fungsi ginjal dalam membantu pembentukan batu ginjal.
Soft drinks tidak punya nilai gizi (dalam hal vitamin dan mineral).
Mereka punya kandungan gula lebih tinggi, lebih asam, dan banyak zat aditif sepertipengawet dan pewarna.
Sementara orang suka meminum soft drink dingin setelah makan,coba tebak apa akibatnya? Akibatnya?Tubuh kita mempunyai suhu optimum 37 supaya enzim pencernaan berfungsi.
Suhu dari soft drink dingin jauh di bawah 37,terkadang mendekati 0.Hal ini mengurangi keefektivan dari enzim dan memberi tekanan pada sistempencernaankita,mencerna lebih sedikit makanan.
Bahkan makanan tersebut difermentasi.Makanan yang difermentasi menghasilkan bau, gas, sisa busuk dan racun, yangdiserap oleh usus, diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.Penyebaran racun ini mengakibatkan pembentukan macam-macam penyakit.
 
Beberapa Contoh
Beberapa bulan lalu, ada sebuah kompetisi di Universitas Delhi :
Siapa dapat minum Coca-Cola paling banyak??
Pemenangnya  meminum 8 botol dan mati seketika karena  kelebihan Karbondioksida
dalam darah dan kekurangan oksigen..Setelah itu, Rektor melarang semua soft drink di semua  kantin universitas.
Seseorang menaruh gigi patah di dalam botol pepsi, dan dalam 10 hari gigi tersebut melarut!
Gigi dan tulang adalah satu-satunya organ manusia tetap utuh selama tahunan setelah manusia  mati Dan sepertinya coca cola pepsi dkk. akan lebih laku jika  membuat produk pembersih toilet
 
Pangan fungsional adalahmakanandan bahan pangan yang dapat memberikan manfaat tambahan di samping fungsi gizi dasar pangan tersebut. Sedangkan Minuman fungsional ialah minuman yang merupakan salah satu jenis dari pangan fungsional.
 
 
Energy Drink 
merupakan jenis minuman yang dapat memberikan sensasi segar setelahdikonsumsi. Komposisi Energy Drink, antara lain terdiri dari: Gula, Gingko Biloba, L-Carnitine, Anti Oxydant, Caffeine, Guarana, Taurine, Ginseng, Yerba Mate, Vitamin B,Glucoronolactone, Creatine. Efek fungsional yang ditimbulkan Energy Drink adalah meningkatkan energy. Dampak negative Energy Drink biasa ditimbulkan oleh kafein dantaurine yang dikonsumsi berlebihan..
 
Akhirnya, kami dapat menyimpulkan bahwa Energy Drink aman dikonsumsi sebagaiminuman fungsional (masih layak sebagai minuman fungsional) asalkan penikmatnyamematuhi aturan saran penyajian serta tidak mengonsumsinya secara berlebihan.
 
Kebutuhan Protein Optimal bagi Atlet
Gizi yang cukup yang dapat menjamin kesehatan optimal dibutuhkan oleh seorang atletuntuk berprestasi tinggi. Tetapi banyak para atlet yang berbakat tidak mengerti hubungan yang langsung antara gizi yang cukup dengan bentuk tubuh, endurans, fitnes, dan pencegahan terhadap kecelakaan berlatih. Tulisan di bawah ini akan membahas salah satuzat gizi, yaitu protein dalam hubungannya dengan praktek makan atlet, pertumbuhan dankekuatan, serta performa atlet, dengan harapan bahwa atlet, pelatih, manajer, ahli gizi, danorang-orang yang memberikan pelayanan kepada atlet, memahami serta dapatmempraktekkannya dalam tugas nyata sehari-hari.
 
Zat Protein
 
Protein dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari dapat berasal dari hewani maupunnabati. Protein yang berasal dari hewani seperti daging, ikan, ayam, telur, susu, dan lain-lain disebut protein hewani, sedangkan protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhanseperti kacang-kacangan, tempe, dan tahu disebut protein nabati. Dahulu, protein hewanidianggap berkualitas lebih tinggi daripada protein nabati, karena mengandung asam-asamamino yang lebih komplit.
Tetapi hasil penelitian akhir-akhir ini membuktikan bahwa kualitas protein nabati dapatsetinggi kulaitas protein hewani, asalkan makanan sehari-hari beraneka ragam. Dengansusunan hidangan yang beragam atau sering pula disebut sebagai menu seimbang, makakekurangan asam amino dari bahan makanan yang satu, dapat ditutupi oleh kelebihanasam-asam amino dari bahan makanan lainnya. Jadi dengan hidangan : ada nasi atau penggantinya, lauk-pauk, sayur-sayuran, dan buah-buahan, apalagi bila ditambah susu,maka susunan hidangan adalah sehat. Bukan saja jumlah atau kualitas zat-zat gizi yangkita butuhkan tercukupi, tetapi juga kualitas zat-zat gizi yang kita konsumsi bermutu tinggi.
Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, pembentukan otot, pembentukansel-sel darah merah, pertahanan tubuh terhadap penyakit, enzim dan hormon, dan sintesa jaringan-jaringan badan lainnya. Protein dicerna menjadi asam-asam amino, yangkemudian dibentuk protein tubuh di dalam otot dan jaringan lain. Protein dapat berfungsisebagai sumber energi apabila karbohidrat yang dikonsumsi tidak mencukupi seperti padawaktu berdiit ketat atau pada waktu latihan fisik intensif. Sebaiknya, kurang lebih 15%dari total kalori yang dikonsumsi berasal dari protein.
 
 
Apakah Atlet Harus Makan Banyak Protein?
 
Secara tradisional, atlet diharuskan makan lebih banyak daging, telur, ikan, ayam, dan bahan makanan sumber protein lainnya, karena menurut teori, protein akan membentuk otot yang dibutuhkan atlet.
Hasil penelitian mutakhir membuktikan bahwa bukan ekstra protein yang membentuk otot, melainkan latihan. Latihan yang intensif yang membentuk otot. Untuk membangundan memperkuat otot, anda harus memasukkan latihan resistan seperti angkat besi didalam program latihan.
Agar cukup energi yang dikonsumsi untuk latihan pembentukan otot, makanan harus mengandung 60% karbohidrat dan 15% protein dari total energi. Kedengarannya aneh, tetapi sesungguhnya seorang atlet binaragawan dan pelari marathon dapat mengkonsumsimakanan dari hidangan yang sama. Seorang binaragawan cenderung berotot lebih besar dari pelari, karena itu ia membutuhkan lebih banyak energi.
 
Besarnya jumlah protein yang dikonsumsi, dapat dilihat dari perhitungan di bawah ini.
• Seorang pelari yang beratnya 70 kg membutuhkan 2.600 kcal. Sebanyak 15% dari2.600 kcal ini berasal dari protein yaitu 390 kcal atau antara 74 g protein.
• Seorang binaragawan yang beratnya 95 kg membutuhkan 3.600 kcal. Sebanyak 15% dari 3.600 kcal yaitu 540 kcal berasal dari protein atau setara dengan 108 g protein.
 
Jadi seorang atlet pelari marathon membutuhkan 74 g protein, dan seorang binaragawanmembutuhkan 108 g protein dari hidangan makanan yang sama.
Tidak jarang nasihat makanan yang diberikan membingungkan atlet. Seorang atlet angkat besi diharapkan makan daging, steak, telur, ayam lebih banyak untuk pembentukan otot,dan dianjurkan minum minuman yang mengandung protein. Tetapi sesungguhnya tidak demikian. Seorang atlet angkat besi membutuhkan karbohidrat lebih banyak. Karenakarbohidrat dibutuhkan untuk cadangan energi di dalam otot. Anda tidak akan dapatmengangkat beban yang berat kalau jumlah karbohidrat yang tersedia di dalam otot sudahmenipis. Makanan yang mengandalkan protein tidak menyediakan bahan bakar untuk otot, sehingga prestasi yang dicapai akan optimal.
Makanan yang terbaik untuk atlet harus mensuplai cukup protein tetapi tidak berlebihanuntuk keperluan perkembangan dan perbaikan jaringan otot yang aus, produksi hormon,dan mengganti sel-sel darah merah yang mati dengan yang baru. Seringkali atletmengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi protein, sehingga mereka mendapatkandobel dari kebutuhannya; kelebihan protein yang dikonsumsi ini disimpan dalam bentuk lemak badan.
 
Kebutuhan Protein
 
Kebutuhan akan protein bervariasi antar atlet. Menurut Angka Kecukupan Konsumsi Zat-zat Gizi, seseorang membutuhkan 1 g protein per kg berat badan, tetapi ada atlet yangmembutuhkan lebih banyak, misalnya seorang pelari yang sedang berlatih intensif, atauseseorang yang sedang berdiit yang mengkonsumsi rendah kalori, atau seorang pemulayang baru mulai berlatih. Di bawah ini diilustrasikan anjuran konsumsi protein:
• Atlet berlatih ringan : 1,0 gram protein/kg berat badan
• Atlet yang rutin berlatih : 1,2 gram protein/kg berat badan
• Atlet remaja (sedang tumbuh) : 1,5 gram protein/kg berat badan
• Atlet yang memerlukan otot : 1,5 gram protein/kg berat badan
 
Untuk menghitung berapa banyak protein yang dibutuhkan sangat mudah. Mula-mula,anda mengidentifikasi diri termasuk golongan atlet yang mana, misalnya termasuk atletyang secara rutin berlatih. Umur anda 25 tahun, dan berat badan 70 kg. Maka anda setiaphari sesungguhnya membutuhkan sebanyak 70 x 1,2 g protein = 84 g protein.Kemudian anda membuat lis makanan dan minuman selama 24 jam, misalnya mulai anda bangun pagi hari sampai pagi hari berikutnya dicatat jenis, komposisi, dan banyaknyamakanan dan minuman yang dikonsumsi. Dengan mempergunakan Daftar KomposisiBahan Makanan (DKBM) anda akan mengetahui jumlah protein yang dikonsumsi dalamsehari. Kemudian dibandingkan dengan anjuran, apakah kurang atau lebih banyak dariyang direkomendasikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar